Migrasi ke Cloud ?, kenapa tidak. Tulisan ini sedikit mengulas tentang migrasi ke cloud

Banyaknya keuntungan yang di tawarkan oleh layanan Cloud, membuat banyak perusahaan ingin mencobanya, namun banyak juga perusahaan yang masih ragu untuk migrasi ke Cloud. Banyak alasan, mulai dari security, sdm dll.

Kali ini saya coba membuat catatan kecil, mengenai strategi yang bisa di gunakan untuk mencicipi legitnya layanan Cloud :).

Berikut beberapa hal mendasar yang perlu di pertimbangkan :

  • Tentukan strategi end-to-end dengan mempertimbangkan arah tujuan bisnis dan lakukan analisa terhadap dampak bagi operasional IT perusahaan jika migrasi ke layanan Cloud dilakukan.
  • Evaluasi terhadap penggunaan aplikasi di perusahaan, mana saja aplikasi yang tidak efesien dan mana saja aplikasi yang bisa di maksimalkan dengan mengunakan layanan Cloud.
  • Jika di perlukan, lakukan desain ulang terhadap Aplikasi perusahaan agar bisa di integrasikan dengan layanan Cloud. Sehinggan di dapatkan Aplikasi yang bisa berjalan secara efekti dan efesien.
  • Harus memahami model tanggung jawab bersama, karena berkaitan dengan kebijakan keamanan, mitigasi resiko dll.

Setelah memiliki gambaran Aplikasi secara menyeluruh dan tentunya akurat dan agar proses migrasi dapat berjalan mulus, maka kamu dapat mulai memilah milah mana yang bisa di migrasikan terlebih dahulu ke layanan Cloud. Urutkan aplikasi yang memiliki kompleksitas rendah ke kompleksitas tinggi yang membutuhkan waktu dan perhatian extra.

Buat perencanaan yang nantinya dapat di gunakan untuk framework setiap aplikasi yang akan di migrasi ke Cloud dan urutan aplikasi mana yang akan di migrasi kan terlebih dahulu. Dan tentunya kamu harus koordinasi dengan departement lain, dan mintalah masukan ke departemen lain atas rencana migrasi ini.

Model Layanan Cloud

Ada 3 model layanan Cloud yang kita kenal, sering di singkat dengan istilah SPI (Software, Platform and Infrastructure) –> (SaaS, PaaS dan IaaS).

Software as a Service (SaaS)

SaaS (software as a service atau perangkat lunak berbentuk layanan) adalah suatu model penyampaian aplikasi perangkat lunak oleh suatu vendor perangkat lunak yang mengembangkan aplikasi web yang diinangi dan dioperasikan (baik secara mandiri maupun melalui pihak ketiga) untuk digunakan oleh pelanggannya melalui Internet.

Pelanggan tidak mengeluarkan uang untuk memiliki perangkat lunak tersebut melainkan hanya untuk menggunakan. Pelanggan menggunakan perangkat lunak tersebut melalui antarmuka pemrograman aplikasi yang dapat diakses melalui web dan seringkali ditulis menggunakan layanan web atau REST.

Istilah ini belakangan mulai lebih dipilih kalangan industri terkait sebagai pengganti istilah penyedia layanan aplikasi dan on-demand (sesuai permintaan).

Platform as a Service (PaaS)

Platform as a service (PaaS) adalah kategori layanan komputasi awan yang menyediakan platform yang memungkinkan pelanggan untuk mengembangkan, menjalankan, dan mengelola aplikasi tanpa kompleksitas membangun dan memelihara infrastruktur yang biasanya terkait dengan pengembangan dan peluncuran aplikasi.

PaaS dapat disampaikan dalam dua cara: sebagai publik layanan cloud dari penyedia, di mana konsumen kontrol penyebaran perangkat lunak dengan sedikit pilihan konfigurasi, dan provider yang menyediakan jaringan, server, penyimpanan, OS, ‘middleware’ (yaitu; java runtime, .net runtime, integrasi, dll.), database dan layanan lainnya untuk menjadi tuan rumah konsumen aplikasi; atau sebagai layanan pribadi (perangkat lunak atau alat) di dalam firewall, atau sebagai perangkat lunak yang digunakan pada public infrastructure as a service.

Infrastructure as a Service (IaaS)

IaaS atau Infrastructure as a Service, menurut bahasa indonesia adalah sebuah layanan INFRASTRUKTUR komputasi awan. Dalam arti lainnya IaaS adalah layanan komputasi awan yang umumnya berupa satu paket perangkat hardware komputer yang berupa “virtualisasi”, bersama dengan jaringan internet, bandwitch, dukungan alamat IP, keseimbangan beban, jaminan online secara realtime (terus menerus koneksi ke internet) dan keamanan dalam “ruang lingkup” satu unit layanan IaaS.

Vendor atau provider menyediakan layanan IaaS biasanya terdiri dari berbagai spesifikasi, baik itu CPU, RAM dan Data Storage (biasanya SSD -bukan HDD-) dalam bentuk virtualisasi.